Home Informasi Tahap Perkembangan Kota, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Tahap Perkembangan Kota, Berikut Penjelasan Lengkapnya

Tahap Perkembangan Kota, Berikut Penjelasan Lengkapnya | Ketika pemerintah ingin mendirikan dan mengembangkan suatu kota agar semakin hidup dan maju, tentu ada tahap-tahap yang harus dilewati. Pemerintah perlu memahami karakteristik dan sisi unik kota yang sedang dikelola. Menurut Lewis Mumford terdapat 6 tahap perkembangan kota seperti eopolis, polis, metropolis, megalopolis, tiranopolis, dan nekropolis.

Mengenal Tokoh Teori Tahap Perkembangan Kota

Sebelum membahas mengenai apa saja tahap perkembangan kota, maka perlu untuk mengenal tokoh Lewis terlebih dahulu. Lewis Mumford merupakan tokoh sejarawan sekaligus perencana / arsitektur pembangunan kota. Beliau berasal dari Amerika Serikat.

Selain sebagai sejarawan, beliau juga menganalisis teknologi dan urbanisasi yang terjadi di masyarakat. Banyak karya ilmiah dan buku yang diciptakan mengenai teori tahap dalam mengembangkan kota. Berikut penjelasan mengenai 6 tahap perkembangan kota:

1. Tahap Eopolis

Berikut adalah tahap pertama atau awal dari kemunculan peradaban masyarakat. Munculnya peradaban ini menjadi cikal bakal perkembangan kota. Berawal dari kehidupan perkampungan yang didominasi dengan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertambangan.

Adanya tanda kehidupan ini merupakan titik awal dari proses suatu kota didirikan. Hal tersebut dikarenakan jika peradaban tidak terbentuk lama, maka suatu kota tidak akan memiliki pondasi masyarakat yang kuat. Peradaban awal ini yang akan menjadi ciri khas dari suatu kota tersebut.

2. Tahap Polis

Dampak dari perkembangan industri mulai terasa pada kehidupan masyarakat. Namun, perkembangan tersebut masih belum signifikan. Seperti munculnya pasar di dalam perkampungan masyarakat baik pasar kecil maupun besar. Munculnya sektor usaha kecil seperti UMKM atau industri rumahan yang menjual produk lokal.

3. Tahap Metropolis

Pada tahap ini mulai terlihat adanya pengaruh kota yang terasa di daerah sekitar wilayah tersebut. Terdapat kota satelit dan perwilayahan penyokong kota utama disini. Kota penyokong ini yang akan membantu perkembangan di kota sekitarnya. Seperti Kota Surabaya yang mampu menyokong wilayah di sekitarnya.

4. Tahap  Megalopolis

Tingkah laku masyarakat mulai mengalami perubahan disini. Masyarakat mulai berfokus pada materi. Unsur birokrasi dan standar produk mulai mengatur kegiatan sosial ekonomi di daerah tersebut. Tahap ini merupakan awal permulaan kemajuan suatu kota. Seperti Kota New York Amerika Serikat pada permulaan abad 20.

5. Tahap  Tryanopolis

Pada suatu perkembangan tentu ada grafik naik dan turun. Tahap Tryanopolis ini menggambarkan serangkaian permulaan kehancuran suatu kota. Ciri pada tahap ini biasanya ditandai dengan situasi perdagangan dan jual beli di pasar yang mulai anjlok. Kondisi ini tentu mengancam keberlangsungan kehidupan manusia.

6. Tahap Nekropolis

Dampak dari tahap Tryanopolis yang berkelanjutan adalah kehancuran kota yang berada pada tahap terakhir yaitu Nekropolis. Kota nekropolis dijuluki kota kematian karena kota tersebut telah mengalami kerusakan sepenuhnya.

Kerusakan disebabkan dari berbagai faktor seperti peperangan, bencana, maupun tata kelola yang tidak baik.  Tahap ini menggambarkan level parah dari perkembangan kota yang kurang baik dan terstruktur. Kenyamanan pada kehidupan manusia sudah tidak dapat diperoleh lagi di kota ini.

Sistem pemerintahan yang ada juga menjadi tidak mendukung karena kondisi dan situasi yang sudah sangat parah. Masyarakat dihadapi dengan pilihan sulit untuk bertahan atau berpindah ke kota lain, daerah lain, atau bahkan negara lain.

Demikian penjelasan mengenai apa saja tahap-tahap perkembangan kota yang perlu diketahui. Tidak hanya bagi para arsitektur saja, pengetahuan ini bisa dikenalkan sejak dini kepada siswa sekolah. Tujuannya agar dapat melatih kemampuan berpikir terstruktur siswa dalam mengembangkan atau membangun sesuatu.

Postingan Terkait :