Home Informasi Pengertian Sad Atatayi Beserta Isinya yang Harus Dipahami

Pengertian Sad Atatayi Beserta Isinya yang Harus Dipahami

Wartapoin.com – Setiap agama tentunya memiliki aturan dasar dan arahan tertentu yang dibuat demi kebaikan umat manusia serta menjaganya tetap stabil. Salah satu peraturan yang ada di agama Hindu misalnya adalah Sad Atatayi yang merujuk pada perbuatan keji.

Secara bahasa ada kata Sad yang merujuk pada angka enam dan ditambahkan dengan kata Atatayi yang berarti pembunuhan. Ketika disatukan, makna antara Sad dan Atatayi berarti enam pembunuhan atau dipahami juga dengan enam jenis pembunuhan. Untuk lebih lanjutnya, simak apa itu Sad Atatayi seperti dibawah.

Pengertian Sad Atatayi

Disebut juga sebagai enam jenis pembunuhan, agama Hindu mengatur umatnya untuk menjauhi dan tidak melakukan hal-hal yang disebutkan. Segala perilaku atau sifat yang tidak baik yang disebut sebagai asubha karma perlu dijauhi.

Pasalnya saat seseorang tidak menjauhi asubha karma atau perbuatan yang buruk, maka akan terlahir kembali dengan penuh kesengsaraan. Demi bisa menangkal hal-hal buruk, lebih baik menjaga tingkah laku agar memperoleh kebahagiaan yang berkepanjangan.

Enam poin yang disebutkan mengingatkan manusia untuk tidak berkata, berperilaku, dan berpikiran dengan baik untuk kebahagiaan di setiap kehidupan. Selain itu, sumber utama kebahagiaan adalah pikiran dan kasih sayang diperoleh yang muncul dari adanya kebaikan di dunia.

6 Macam Pembunuhan (Sad Atatayi) dalam Agama Hindu

Setelah membahas pengertiannya, kini beralih ke isi dari enam macam pembunuhan dalam agama Hindu yang dapat mengingatkan manusia untuk menjauhinya. Sebab, seluruh kebaikan di dunia yang akan membawa manusia memperoleh kebahagiaan dan kebaikan juga. Apa saja isinya? Simak penjelasannya dibawah.

1. Raja Pisuna (Fitnah)

Poin pertama yang mungkin menjadi perilaku umum dan bahkan tidak disadari karena kehadirannya cukup banyak menyebar di tengah-tengah masyarakat. Raja Pisuna atau fitnah merupakan hal yang dapat menyakiti, merugikan, dan membunuh orang lain secara tidak langsung.

2. Dratikrama (Berzina)

Selanjutnya adalah Dratikrama yang berarti berzina atau memperkosa orang lain yang termasuk dalam perilaku sangat kejam dan keji. Baik hubungan dengan sesama manusia atau makhluk hidup lainnya tanpa persetujuan satu sama lain dianggap sebagai zina atau melakukan pemerkosaan.

3. Sastragna (Mencuri)

Beralih ke poin berikutnya yaitu ada Sastraghna yang berarti mencuri, merampok, mengamuk, atau lainnya yang dapat membawa kerugian bagi orang lain. Sastraghna juga merujuk pada pembunuhan yang mencuri atau menghilangkan nyawa orang lain.

4. Atharwa (Memiliki Ilmu Hitam)

Seperti pengertiannya, Atharwa berarti memiliki atau melakukan ilmu hitam yang sering diidentikkan dengan kehadiran dukun. Hal ini juga merupakan perbuatan keji dan dapat merugikan penggunanya. Misalnya seseorang meminta bantuan ilmu hitam untuk mendapatkan kekayaan atau kekasih.

5. Wisada (Meracuni Makhluk Hidup)

Perbuatan kejam atau berdosa berikutnya yang akan menimbulkan kesengsaraan adalah meracuni bahkan hingga mati pada makhluk hidup. Seutuhnya memang manusia hidup berdampingan bersama makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan binatang.

Tidak hanya berlaku bagi tumbuhan dan hewan saja, namun juga berarti manusia sendiri yang memiliki haknya untuk bertahan hidup. Ketika manusia meracuni tumbuhan, hewan, atau manusia lain maka akan sangat buruk perilakunya.

6. Agnida (Membakar)

Terakhir adalah melakukan pembakaran terhadap barang orang lain yang bahkan tidak diketahui atau memiliki izin untuk melakukan pembakaran. Akan tetapi penjelasan tersebut bukan berarti benar-benar “membakar” secara harfiah.

Hal ini juga dapat berarti melakukan adu domba antar manusia sehingga menimbulkan perselisihan di antaranya. Tentunya ini sangat perlu dijauhi karena akan menyebabkan hubungan antarmanusia semakin renggang bahkan memunculkan perlakuan kejam lainnya.

Itulah makna atau isi yang dapat disampaikan dari enam jenis pembunuhan atau Sad Atatayi dalam agama Hindu. Meskipun menurut bahasa berarti enam jenis pembunuhan, namun tujuannya adalah untuk menghindarkan dari perbuatan kejam tersebut. Demikian penjelasannya dan semoga bermanfaat.

Postingan Terkait :