Home Pendidikan Sumber Sejarah Kerajaan Demak ini Jarang Diketahui Pengunjung

Sumber Sejarah Kerajaan Demak ini Jarang Diketahui Pengunjung

Wartapoin.com – Indonesia memiliki keanekaragaman yang tidak pernah habis untuk dipelajari lebih lanjut. Terlebih lagi ketika membahas zaman dahulu, dimana negeri ini mengalami beberapa masa penjajahan dan meninggalkan benda-benda sejarah. Peninggalan tersebut kemudian menjadi saksi sebuah peristiwa dan proses perkembangan zaman. Salah satu yang menarik buat dibahas adalah sumber sejarah kerajaan Demak.

Setiap daerah tentu memiliki sejarahnya masing-masing, tak terkecuali kerajaan Demak. Tentu saja terdapat peninggalan sejarah atau yang biasa disebut dengan sumber sejarah. Nah, bagi yang ingin melihat apa saja sumber sejarah kerajaan Demak, simak informasinya berikut.

Rangkaian Sumber Sejarah Kerajaan Demak Zaman Dahulu

1. Pintu Bledek

Nama “bledek” berasal dari bahasa Jawa yang artinya petir. Pintu petir karya Ki Ageng Selo ini terlihat begitu estetik dengan pahatan yang terlihat menarik dan indah. Konon katanya, pintu ini terbuat dari petir yang berhasil ditangkap oleh Ki Ageng Selo ketika sedang berada di sawah.

Ceritanya memang tidak masuk akal. Pintu Bledek bisa ditemukan pada Masjid Agung Demak yang dulunya pernah dibawa langsung oleh Raden Fatah.

Meskipun jika dinalar cerita tentang asal usul Pintu Bledek tersebut tidak masuk akal, namun keberadaanya patut disyukuri dan  sejarahnya patut dikenang. Segera kunjungi Masjid Agung Demak jika ingin melihatnya.

2. Bedug dan Kentongan Masjid Demak

Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa bedug dan kentongan yang ada di Masjid memang digunakan untuk penanda waktu sholat. Alat tersebut bisa digunakan untuk memanggil warga agar bisa segera ke masjid guna menunaikan sholat 5 waktu.

Saat ini, sumber sejarah kerajaan Demak tersebut masih bisa ditemui. Orang yang berziarah ke Masjid Agung Demak pun bisa melihat bedug dan kentongan tersebut secara dekat dan bahkan bisa menyentuhnya.

Sampai saat ini, bedug dan kentongan masih digunakan untuk memanggil orang sholat sehingga sangat awet sekali. Bagaimana, tertarik untuk melihatnya?

3. Soko Tatal dan Soko Guru

Di dalam masjid terdapat 4 soko yang berdiri dengan tegaknya. Totalnya ada 3 soko guru dan 1 soko tatal. Banyak yang bertanya mengapa dinamakan dengan soko tatal.

Hal tersebut dikarenakan pembuatannya tidak menggunakan kayu yang utuh, melainkan kayu sisa atau lebih tepatnya serpihan kayu. Soko tatal ini dibuat karena masih terdapat kekurangan dari soko guru yang telah dibuat sedangkan masjid sudah siap untuk didirikan.

Alhasil, dengan kekuatan supranatural yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga. Maka terciptalah soko tatal yang sekarang masih bisa disaksikan sejarahnya pada Masjid Agung Demak.

4. Piring Campa

Piring yang satu ini terlihat begitu klasik dan masih kuat saja hingga sekarang. Saat ini, Piring Campa bisa pengunjung lihat pada dinding Masjid Agung Demak karena digunakan sebagai hiasan.

Sebagian lainnya memang sengaja diletakkan pada bagian imam supaya mempercantik tampilan tempat pengimaman tersebut. Konon katanya, piring ini berasal dari ibu Raden Fatah yang saat itu mendapat julukan Putri Campa.

Pada saat itu jumlah yang diketahui adalah 65 buah, sehingga cukup banyak dan memang cukup untuk dijadikan sebagai ornamen masjid. Tampilan dari masjid pun terlihat lebih enak ketika dipandang dengan adanya piring tersebut.

5. Situs Kolam Wudhu

Tempat wudhu pada zaman dahulu di Masjid Agung Demak memang berbentuk kolam. Para santri dulunya biasa berwudhu di tempat ini sebelum sholat ataupun melakukan ibadah lain.

Musafir yang shalat di tempat ini pun ikut wudhu di tempat tersebut. Namun, sayangnya sekarang sudah tidak digunakan lagi untuk berwudhu.

Beberapa sumber sejarah kerajaan Demak tersebut harus dikenang dan juga dilestarikan agar bisa dinikmati dari generasi ke generasi. Tentu saja peninggalan tersebut bisa digunakan sebagai saksi sejarah ataupun penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan. Satu hal yang pasti bahwa benda tersebut sangat berharga.

Postingan Terkait :