Home Pendidikan Makna dari Mingkar Mingkuring Angkara yang Wajib Diketahui

Makna dari Mingkar Mingkuring Angkara yang Wajib Diketahui

Wartapoin.com – Kalimat mingkar mingkuring angkara, merupakan sepenggal bait yang ada di lagu Pangkur. Pangkur adalah salah satu dari lagu atau tembang Macapat yang mana setiap lagu mempunyai wataknya sendiri. Artikel ini akan mengulas makna dari sepenggal bait di lagu Pangkur tersebut.

Sebelum mengetahui makna dari bait tersebut, perlu terlebih dahulu mengerti tembang Pangkur serta wataknya. Tujuannya supaya bait demi bait lebih bisa dipahami dan direnungi maknanya. Sebab, biasanya maknanya tidak tersurat. Untuk lebih jelasnya, simak uraian berikut:

Definisi Tembang Pangkur Beserta Watak dan Aturannya

Tembang-tembang yang ada dalam Macapat, pada dasarnya menggambarkan manusia dalam berbagai fase kehidupan di dunia. Tembang Pangkur sendiri, mempunyai makna mundur atau mengundurkan diri. Tembang ini menggambarkan manusia telah berada di fase meninggalkan kehidupan ragawi, untuk kemudian memasuki kehidupan spiritual.

Tidak hanya itu, Pangkur juga kerap diartikan sebagai pengungkapan dari penyingkiran nafsu duniawi yang menyesatkan. Penggalan bait “mingkar mingkuring angkara” menjadi salah satu contoh dari penyingkiran nafsu tersebut. Watak dari tembang Pangkur yakni bernuansa nasehat atau pitutur, cinta, dan pertemanan.

Selain memiliki watak yang khas, tembang ini juga mempunyai aturan baku yang membedakan Pangkur dengan tembang Macapat lainnya. Aturannya yaitu seperti berikut:

  • Memiliki 7 guru gatra, artinya dalam setiap tembang terdiri atas 7 larik kalimat.
  • Mempunyai guru wilangan yang urutannya yakni 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8, Menunjukkan bahwa suku kata pada larik atau baris pertama berjumlah 8. Lalu, jumlah suku kata pada baris kedua adalah 11, berlaku begitu seterusnya.
  • Memuat guru lagu dengan urutan a, i, u, a, u, a, i. Hal itu, menunjukkan larik pertama harus diakhiri oleh vokal a. Larik kedua harus diakhiri oleh vokal i, berlaku demikian seterusnya.

Usai mengerti dan memahami definisi, watak, serta aturan tembang Pangkur, selanjutnya akan diulas tembang Pangkur untuk dipahami. Makna tembang atau lagunya, akan disajikan dalam bentuk bait per bait kemudian secara utuh sebagai satu kesatuan.

Makna Penggalan Bait “Mingkar Mingkuring Angkara” pada Tembang Pangkur

Bait “mingkar mingkuring angkara” merupakan bait pertama dalam lagu Pangkur karangan dari KGPAA. Mangkunegara IV yang tercantum dalam serat Wedhatama. Tembang Pangkur secara utuh dari penggalan bait tersebut dapat disimak sebagai berikut:

  • Mingkar mingkuring angkara
  • Akarana karenan mardi siwi
  • Sinawung resmining kidung
  • Sinuba sinukarta
  • Mrih kretarto, pakartining ngelmu luhung
  • Kang tumrap neng tanah Jawi
  • Agama-ageming aji

Perlu diketahui bahwa tiap bait memuat maknanya masing-masing. Adapun makna dari tiap bait tembang Pangkur sebagai berikut:

  • Bait pertama, bermakna “disingkur oleh angkara”.
  • Bait kedua bermakna “oleh karena puas dengan anak didik”.
  • Makna bait ketiga yaitu “dihiasi nyanyian yang resmi”.
  • Bait atau larik keempat memiliki makna “disambut diselamatkan”.
  • Larik kelima bermakna “agar selamat, budi pekerti ilmu luhur”.
  • Bait keenam memuat makna “bagi orang tanah Jawa”.
  • Bait terakhir atau bait ketujuh memiliki makna “agama dan pedomannya”.

Makna tersebut apabila disajikan satu kesatuan, memuat petuah untuk menghindari nafsu ketika ingin mendidik anak melalui keindahan lagu. Dihiasi dengan beraneka warna, agar memahami bahwa hidup merupakan ilmu yang mulia. Ilmu tersebut diterapkan di Jawa, dan agama menjadi pakaian kehidupan.

Demikian ulasan tentang makna mingkar mingkuring angkara, yang tercantum di dalam tembang Pangkur penuh nasihat. Ada beragam contoh tembang Pangkur yang seluruhnya berwatak menasehati, serta penuh kepedulian maupun cinta. Tembang Pangkur juga bisa disusun sendiri dengan mengikuti aturan yang ada.

Postingan Terkait :